SEKAPUR SIRIH
Bekerja dari pagi sampai petang di kantor? Itu sudah kuno, karena sekarang banyak orang yang mengerjakan bisnis cukup dari rumah tanpa harus repot-repot menembus kemacetan lalu lintas ke kantor. Cukup dengan seperangkat komputer, secangkir kopi dan segudang keahlian, Anda bisa menjadi juragan tanpa kantor.
: : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : :

(Tulisan ini pernah saya tulis di majalah DUIT! edisi 06/I/Oktober 2006)

Cukup berkantor di rumah dengan seperangkat komputer dan jaringan internet, Dini Rahma Shanti bisa menjalankan bisnis MLM Bel’Air dengan sukses

Hari belum begitu siang. Suara gonggongan anjing dan celotehan burung kakak tua yang ada di rumah bernuansa asri tersebut nampaknya tak membuat si empunya rumah terganggu. Di beranda samping rumah, Dini Rahma Shanti, si empunya rumah nampak asyik berkutat dengan laptop-nya. Matanya memelototi email-email yang masuk ke situsnya. Sebagian email datang dari orang-orang yang ingin tahu bisnis multi level marketing (MLM) Bel’Air, sebagian lagi member d’BC (Business Chain) Indonesia- jaringan Bel’Air yang didirikannya sejak 2004 lalu.

“Saya merasa, dengan memiliki bisnis sendiri, apalagi bisa dilakukan dari rumah sambil momong anak, merupakan anugerah Tuhan yang sangat besar. Belum lagi kalau mau dihitung dengan penghasilan yang jauh lebih besar ketimbang bekerja kantoran. Dengan bekerja sendiri dari rumah, saya merasa lebih aman dari aksi kriminal di jalan dan kemacetan yang luar biasa. Dan yang penting, bebas dari tekanan atasan yang bikin stress,” jelas alumnus Warcester Polytechnic Institute Massachusetts, AS

Dengan latar belakang teknik elektro, pekerjaan perempuan kelahiran 1972 ini memang tak jauh-jauh dari komputer. Dia pernah bekerja sebagai engineering officer di sebuah perusahaan telekomunikasi asing yang berkantor di Bekasi. Tak lama setelah itu, pada posisi yang sama, dia pindah ke perusahaan lain. Tapi, pengetahuannya soal komputer dan internet marketing justru didapatnya ketika dia harus berhenti bekerja karena kelahiran anaknya. Ketika kembali bekerja, lagi-lagi Dini pun berhadapan dengan pekerjaan berbau informasi teknologi (IT).

Kesenangannya pada dunia IT (internet) menjadikan Dini sering berinteraksi dengan banyak orang. Berbagai tema diskusi yang ada di berbagai milis dia ikuti, terutama soal ibu dan anak. Malah pada 2001 silam, secara “one (wo)man show” dia membuat situs www.dunia-ibu.org. Situs ini mendapat sambutan luar biasa. Dalam suatu diskusi di situs tersebut, Dini bercerita tentang keadaan anak sulungnya yang tak kunjung sembuh terkena penyakit batuk. Seorang anggota diskusi menyarankan dia memakai Bel’Air, produk aroma terapi yang dipasarkan dengan sistem networking. Setelah mencoba memakainya dan berhasil, Dini lalu membagi pengalamannya ke ibu-ibu anggota milis lainnya di internet.

Jadi Bos Untuk Diri Sendiri

Di penghujung tahun 2003, lewat bantuan Dian Paham, teman milis yang akhirnya menjadi up line, Dini memutuskan untuk menjadi distributor MLM Bel’Air. Hanya saja, bisnis MLM yang sebenarnya dijalankan secara offline ini, oleh Dini dilakukan dengan cara on line lewat internet. “Saya terilhami oleh internet marketing yang dijalankan Anne Ahira (dara asal Bandung yang sukses menjalankan bisnisnya lewat internet, red.)” kata Dini yang sempat bergabung dengan Elite Team-nya Anne Ahira. “Lagi pula memasarkan lewat internet kerjanya relatif sederhana. Paling-paling hanya biaya akses internet selama 1-2 jam/hari.”

Hanya dalam kurun waktu 4 bulan menjalani bisnis itu, Dini mulai mendapatkan tambahan finansial di luar gaji pokoknya sebagai karyawan perusahaan IT. “ Terus terang, saya punya pengalaman kurang enak dengan MLM. Namun karena saya merasa bahwa Bel’Air ini berbeda dengan MLM kebanyakan, dimana 99% pasar saya dapat dari internet, saya makin yakin ini bisnis yang sangat bagus,” ujar ibu dari Wahyu Farandi (9) dan Raissa (6) ini.

Kini, seiring dengan tambahan penghasilan yang sudah mencapai angka puluhan juta, Dini yang kini sudah di posisi marquis ( jenjang tertinggi di Bel’Air) tak lagi bekerja di kantoran seperti dulu. Kini, tak ada lagi perintah atasan, karena bos-nya dirinya sendiri. Dengan bekerja di rumah lewat fasilitas komputer dan internet, dirinya bisa punya waktu banyak mendampingi anak-anaknya.

Melalui d'BC Indonesia, Dini yang kini punya sekitar 5 kaki menjalankan dan mengembangkan jaringannya secara on line. “Dari semua kaki saya, hampir semuanya berkomunikasi lewat internet atau telepon. Sedikit yang bisa bertemu langsung. Tapi untuk suplai produk, saya selalu mengirimkan mereka dari Jakarta lewat jasa kurir milik kakak saya,” papar Dini yang menerapkan pola cash on delivery.

Lewat situsnya pula, Dini bisa memberikan sejumlah informasi, petunjuk, dan tips-tips secara lebih detail kepada calon distributor yang tertarik bisnis MLM ini. Bahkan, jika ada yang bergabung bersama d'BC Indonesia, Dini siap memberikan pelatihan gratis selama 35 jam (selama 7 minggu) tentang mekanisme bisnis dan cara melakukan pemasaran, secara on line. “Semua pelatihan ini dikemas dalam bentuk email dan file presentasi yang mudah dimengerti. Semuanya akan menjawab segala macam pertanyaan dan penasaran orang-orang yang membuka web site saya,” tandas Dini mantap. $ AGUSTAMAN



0 komentar

Posting Komentar