SEKAPUR SIRIH
Bekerja dari pagi sampai petang di kantor? Itu sudah kuno, karena sekarang banyak orang yang mengerjakan bisnis cukup dari rumah tanpa harus repot-repot menembus kemacetan lalu lintas ke kantor. Cukup dengan seperangkat komputer, secangkir kopi dan segudang keahlian, Anda bisa menjadi juragan tanpa kantor.
: : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : :

(Tulisan ini pernah saya tulis di majalah DUIT! edisi 6/I/Oktober 2006)

Mantan professional bank swasta ini membuka usaha tas, sepatu dan pola busana hand made di rumahnya. Pelanggannya banyak desainer ternama. Produknya tidak dibuat massal.

Naik ke lantai dua di rumah yang cukup besar itu, pemandangan bak di toko butik. Beberapa tas aneka bentuk digantung di beberapa tempat. Belum lagi hamparan sepatu aneka model terjejer rapi di lantai kayu. Di sudut lain, beberapa bahan yang sudah dipola dengan payet dan bordir disusun rapi di lemari tanpa kaca. Ada pula lemari yang khusus memajang aneka tas yang sejatinya tidak untuk dijual karena merupakan semacam lemari musium untuk menyimpan produk buatan si empunya rumah. Masih di lantai dua, tapi berada di pojok, sebuah ruangan dipakai untuk workshop, selain di garasi rumah yang lantai bawah.

Si empunya rumah, Otty A. Hendrato nampaknya tak hanya piawai menyulap lantai dua rumahnya mirip butik tapi menjadikan sebagai workshop pembuatan sepatu, tas dan bahan pola buatan tangan (hand made). Padahal, awalnya dia hanya mencoba menyalurkan hobinya membuat kerajinan tangan (tas) selepas mengundurkan diri sebagai department service assistant di Bank Duta tahun 2000 silam.

Berdua dengan temannya, Otty mulai menjalankan usahanya di rumah sejak 2001 silam dengan modal Rp7,5 juta. “Tapi sebelum serius membuka usaha ini, selepas bubarnya Bank Duta saya menyempatkan diri ikut kursus-kursus keterampilan, termasuk jahit. Tadinya minat di usaha butik atau usaha jahit pakaian, tapi kayaknya lebih susah dan ribet. Akhirnya saya ke tas saja karena sudah pengalaman bikin sendiri sejak muda dulu,” ungkap perempuan 47 tahun ini.

Dengan memakai bahan baku kain (terkadang kulit), Otty mempercantik tas buatannya dengan manik-manik atau payet. Hasilnya dia promosikan dengan cara tradisional: dibawa ke arisan, pesta atau pertemuan Dharma Wanita Pertamina. “Wah bagus lho tas buatan ibu Otty, mau dong saya pesan,” kata Otty menirukan ucapan ibu-ibu di pertemuan tersebut. Sejak itu, promosi berlanjut dari satu mulut ke mulut lain, sampai akhirnya ke desainer ternama. Si desainer memesan tas dan sepatu ke Otty yang khusus dibuat untuk melengkapi rancangan busananya. “Tapi maaf saya tak bisa memberikan nama-nama desainer karena ini komitmen kami,” tambah ibu dua anak ini.

Di tengah usahanya, partner-nya mengudnurkan diri dan kakak Otty yang mengambil program pensiun dini di sebuah perusahaan keuangan kemudian bergabung. Sang kakak kebagian tugas marketing, sementara Otty lebih fokus di bagian operasional. Karena bersaudara, mereka kemudian memberi nama produknya dengan nama Sis (sister) Art.

Seiring dengan banyaknya pesanan, tak hanya tas kain dan kulit yang dibuat, tapi juga sepatu (selop) perempuan dan pola bahan. Soal pola bahan ini, Otty membeli bahan kain, mulai dari tenun biasa sampai sutera yang diambil dari perajin Majalaya dan ada juga yang dibelinya di Pasar Mayestik, Jakarta, kemudian di sulam, dibordir atau diberi manik/payet sehingga membentuk pola menarik. Bahan pola yang dijual seharga Rp100 ribu-Rp900 ribu ini disiapkan untuk baju abaya dan kebaya encim.

Handmade dan Terbatas

Otty mengklaim, produk tas dan sepatu buatannya berbeda dengan produk serupa yang dijual di toko-toko secara massal. Selain memakai bahan baku lokal (dibeli di Jakarta, meski kulit atau kain buatan Korea atau Jepang), proses pembuatannya pun secara personal, sehingga tidak dibuat massal. “Satu model tas atau sepatu dibuat hanya sekali,” papar perempuan yang sudah memproduksi 700 item tas dan produk serta diberi penomoran (kecuali pesanan desainer) ini.

Alasan Otty membuat produk terbatas dan hand made sederhana. Selain ingin mengutamakan kepuasaan pelanggan, ongkos produksi hand made juga tidak terlalu mahal ketimbang produksi massal. Tak heran, Otty lebih banyak mengerjakan pesanan pelanggannya yang kerap datang ke rumah. Setiap produk seperti sepatu, rata-rata bisa dibuat 1-6 pasang sehari. Sedangkan tas, hanya bisa dibuat rata-rata dua tas per hari. Pembuatan semua produk dibantu oleh 2 tukang sepatu, 2 tukang jahit, 4 tukang payet, dan 2 tukang bordir. Kalau ada proyek cukup besar, Otty juga mendatangkan tukang ahli lepas lainnya.

Namun, Otty pun pernah menerima pesanan tas secara massal untuk anak sekolah sebanyak 200 pieces. Dia juga memproduksi tas tempat mukena (biasanya untuk yang beribadah haji), rata-rata per bulan bisa mencapai 50 buah. “Saya juga mulai memproduksi mukena yang kami lengkapi dengan payet, manik-manik atau bordir. Saat ini dekat Lebaran sudah banyak yang pesan. Harganya mulai dari Rp250 ribu sampai Rp1 juta,” kata istri Hendrato Tri, Manajer Layanan Teknis Pemasaran dan Pengembangan Pelumas Pertamina ini.

Untuk memasarkan produknya, Otty menggandeng mitranya yang ada di Surabaya (dengan Indonesia Designer), Makasar, dan Semarang. Mereka biasanya mengambil margin harga sampai 20% untuk satu tas dan sepatu. Otty juga rajin ikut pameran yang diadakan Santa Ursula dan yang diadakan Pertamina, tempat suaminya bekerja. Beberapa barangnya juga pernah dibawa luar negeri oleh teman-temannya yang berpameran di sana. Di luar itu, perempuan kelahiran Malang ini juga membuka outlet di ITC Kuningan, Jakarta. Sayangnya, pertengahan tahun ini sewa outlet itu sudah habis dan Otty enggan memperpanjangnya. Dia berniat pindah outlet ke dearah Kemang, Jakarta Selatan yang banyak dihuni para ekspartiat. Maklumlah, produk Otty, terutama bahan pola, banyak dicari para ekspatriat ini.

Bila pembeli ingin menggunakan merek sendiri, Otty menjualnya dengan sistem beli putus. Umumnya pembeli ini sudah punya toko atau butik. “Produk tas saya jual mulai dar Rp175 ribu sampai Rp750 ribu. Sepatu selop dan kulit mulai Rp175 ribu sampai Rp300 ribu. Bahan pola Rp100 ribu sampai Rp900 ribu plus selendang. Juga ada kebaya encim yang saya lepas mulai Rp300 ribu sampai Rp350 ribu per potong,” papar perempuan yang bisa mengantungi omset sekitar Rp150-200 juta/bulan ini. $ AGUSTAMAN

42 komentar

  1. andras aglaea // 20 Januari 2009 14.45  

    boleh nanya,.alamat tempat sepatu ini dimana ya? thx in advance

  2. daru_yamaru // 5 Maret 2009 10.48  

    Untuk kursus menjahit tas dimana ya?

  3. Shinta // 25 Maret 2009 15.01  

    Bu Otty,
    Buka kursus buat tas n sepatu tidak?
    Saya ingin belajar...
    Bu Otty alamatnya dimana ya?

  4. ratna // 10 Juli 2009 00.51  

    bu otty saya juga mau belajar bu, boleh tau alamat ibu dimana?

  5. quin's cantik // 17 November 2009 20.45  

    minta alamat dan gambar produknya? buka kursus ga?

  6. Shanty // 1 Desember 2009 18.56  

    Minta nomor telp dan alamatnya boleh? Sy tertarik utk pesan custom made shoes.

  7. dyte // 7 Desember 2009 17.12  

    boleh mnta almatnya??

  8. rena // 27 Januari 2010 11.53  

    saya kagum n appreciate sekali dgn ibu...
    ibu memberikan inspirasi buat saya
    sekarang outlet ibu ada dmn y..?
    and apa ibu juga buka kursus ato kalo boleh referensi tmpt kursus dmn y...
    krn saya tertarik sekali n pny keinginan besar utk belajar hand made apalagi sepatu...
    kalau berkenan tolong infokan ke email saya ze_angak01@yahoo.com
    thx

  9. jeni // 1 Februari 2010 11.24  

    Ibu bisa tahu no telp & alamatnya ? thanks

  10. Jeanny And Jojo // 30 November 2010 20.49  

    saya tertarik menjadi pembeli dengan merk sendiri, boleh minta alamat dan nomer contactnya ke: jeannyandjojo@gmail.com

  11. Leonita Nerisa // 26 Februari 2011 22.16  

    boleh saya minta alamat dan nomor yg bisa dihubungi?saya mau hand made sepatu untuk jualan saya.. tolong dibantu
    kirim ke : quinterrie@yahoo.com

    thx

  12. Anime Blog // 3 Mei 2011 14.39  

    siang bu otty, saya sia dan sangat tertarik dengan artikel bu otty... Saya juga berminat pada dunia sepatu, saya sangat ingin belajar membuat sepatu...
    Apakah sekiranya bu otty mau menerima pemula untuk dididik menjadi pengrajin sepatu di usaha ibu? saya sangat ingin belajar membuat sepatu, menerima petunjuk dan pengarahan dari ibu otty. saya akan berusaha dengan baik jika diperkenankan, terima kasih...

    jika bu otty berkenan, tolong email ke asiawirda@rocketmail.com atau clawreed93@gmail.com

    terima kasih...

  13. pdewi // 10 September 2011 09.01  

    Ibu Otty, saya minta alamat ibu dan nomor yang bisa dihubungi. Juga di mana saya bisa melihat ruang pamer Ibu. Terima kasih sebelumnya.

  14. maria // 15 September 2011 07.54  

    Ibu Otty, boleh minta alamatnya atau nomor hp yang bisa dihubungi, saya ingin mengikuti kursus membuat tas. terima kasih

  15. Just Read it // 22 September 2011 15.35  

    bu otty bisa minta alamat atau nomor yg bisa dihubungi? terima kasih sebelumnya

  16. pita // 23 September 2011 14.06  

    Bu otty saya tertarik dengan usaha tas dan sepatu,,bisa minta alamat dan no telp bu otty,,tolong email ke pita_sermo@yahoo.com...many thanks

  17. rieawin // 26 Oktober 2011 11.04  

    Ibu Otty,

    Saya tertarik dengan usaha sepatunya,bisa minta alamat & No telp nya...
    bisa di email ke riehadian@gmail.com
    Terima kasih

  18. aniepulagie // 6 Januari 2012 15.46  

    saya mau buat Tas bu Otty...syukur2 bisa sekalian belajar buat sendiri :-)

    bisa kirim ke de.anie@yahoo.com



    ANie

  19. adeline // 16 Januari 2012 11.13  

    saya berminat membuat backpack untuk anak-anak, bisa saya minta alamat jasa yang bisa didatangi, email, dan contact personnya?
    bisa dibalas ke jovita.adeline.92@gmail.com

  20. RayShoes // 2 April 2012 20.50  

    bu otty saya mau dong contact person ibu, mau ajak bisnis serius nih :) priskillaray@yahoo.com tx b4 :)

  21. Verve Premium Accesories // 8 Mei 2012 07.47  

    Bu otty boleh minta contact person nya. Sy mau pesan tas nya bgm.
    Atau tlg hub sy shr_ jeka@ yahoo.co.id
    Tq

  22. pidie_diaz // 22 Juni 2012 11.06  

    bu saya mau belajar bisa minta contact person bu?? kirim via email di fidriyanti@gmail.com ya bu

  23. Desire // 12 Juli 2012 09.59  

    bu Otty, boleh belajar ngga? tolong hubungi saya di anasidey@gmail.com ya... terima kasih.

  24. Hilda Prameswari // 9 September 2012 22.16  

    Ibu otty buka kursus apa tidak?
    Boleh saya minta info lengkapnya?
    Tolong diemail di dipra79@hotmail.com ya bu,,,terima kasih sebelumnya.

  25. ira puspita dewi dewi // 25 September 2012 09.27  

    Ibu otty buka kursus apa tidak?
    Boleh saya minta info lengkapnya?
    Tolong diemail di diungerie@yahoo.com ya bu,,,terima kasih sebelumnya.

  26. nana nounit // 13 Oktober 2012 21.06  

    Ibu Otty, Passion saya sama persis dengan anda!namun saya butuh belajar banyak dari Anda..klo boleh tau Alamatnya workshopnya dimana yah?Tolong Email saya di nananounina@yahoo.com...
    Saya benar-benar tertarik dan ingin belajar banyak kepada anda. Terima Kasih

  27. novi krisnawati // 29 November 2012 19.15  

    ibu Otty,bu boleh kan saya belajar dan kursus sama ibu ? saya sangat tertarik sekali, bolehkah saya minta alamat ibu dan no telpon ibu ? dan ini email saya bu. novitakrisnawati17@yahoo.com

  28. cocomeo // 23 Maret 2013 13.13  

    mba oty,saya bisa minta contact person atau alamat,tlp yg bisa di
    hubungi ?

  29. gadogado // 6 Mei 2013 12.48  

    Dear Bu Otty,
    saya berminat utk mengikuti kursus pembuatan tas kulit.
    Bagaimana sistem kursusnya dan berapa biaya kursusnya Bu ?
    Mohon diinfo .
    Thank you & Warm rgds,
    Fifi

  30. gadogado // 6 Mei 2013 12.50  

    Maaf Bu Otty, email saya Fifi : febdeux@gmail.com, mohon diinfo lebih lanjut.
    Tku...

  31. natasha rikimaru // 18 Mei 2013 23.28  

    maaf bu otty saya minta alamat ya tolong email ke saya alamat bu oty saya desto desto.arya@gmail.com...di tunggu respon ya....terima kasih

  32. Shou Collection // 22 Mei 2013 13.55  

    selamat siang bu....saya tertarik tuk buat sepatu tp dengan merek sendiri. mohon info lebih lanjut alamat dan no kontak ibu ke >>>> rubinrahardjo@ymail.com
    terima kasih.
    wasalam

  33. win nn // 11 Juli 2013 15.15  

    bisa mohon infonya, saya sangat tertarik & mengaharapkan sekali infonya. email saya win57nnnn@gmail.com. terimakasih

  34. Reegie Queen // 5 September 2013 12.42  

    Selamat siang bu, saya tertarik ingin membuat tas design saya sendiri. tolong email ke saya no telp dan alamat ibu f133a@yahoo.co.id

    Terimakasih

  35. refa // 25 November 2013 08.59  

    Salam kenal ibu Otty...Saya tertarik mengikuti kursus pembuatan tas. Mohon info tentang kursus dan biayanya, dikirimkan melalui email poe3_wicks@yahoo.co.id. Saya tunggu infonya.
    Terima kasih banyak..

  36. kursus menjahit // 14 Desember 2013 09.46  

    Kursus Yogyakarta
    Kursus Jahit Bordir Jogja Kursus Jahit Bordir Yogya
    LPK NAVITA

    Tempat Pelatihan Orang Mandiri
    Pelatihan Jahit, Kaos, Bordir, Tas, Sulam Pita, Payet, Kreasi Flanel, Aplikasi Kain Perca

    Mudah-Murah-Hemat-Terampil

    Kenapa memilih LPK Navita:
    Berpengalaman sejak 2003
    Berpengalaman dalam Gugus Kendali Mutu Nasional 2009
    Mesin Jahit Bordir Lengkap Kecil-Besar
    Magang
    GRATIS lebih dari 70 Modul Jahit Terbaik EBOOK senilai 500.000
    Biaya Mulai 250rb/program
    Tempat terjangkau(200m ke selatan Jalan Kusumanegara)
    Disediakan asrama bagi yang berasal luar kota yogya
    Terima Order Jahitan Partai Besar/Kecil

    Glagah Uh4/196
    Warungboto Umbulharjo yogyakarta
    PH.(0274)450326/714205

    buka cabang di sleman :
    Perum Sidoarum Blok III Jl. Kepodang S-42
    Godean Sleman Yogyakarta
    HP. 085740028487
    pin bb : 75F08617

    Kursus Menjahit

  37. Sanggar Berani Usaha // 15 Januari 2014 07.28  

    Informasi Pelatihan Membuat Tas dan Sepatu bisa kunjungi http://kursus-pelatihan.blogspot.com

  38. Faramita Nourrizka // 17 Februari 2014 23.05  

    Bu Otty, saya lagi cari penjahit sepatu yang ingin saya ajak kerja sama.. dimana saya bisa hubungi ibu? tolong email saya di faramitaa@gmail.com terimakasih bu :)

  39. sepatu bordir // 23 Maret 2014 17.05  

    bagus bagus sangat menarik
    saya punya usaha online
    www.sepatubordirmuraah.blogspot.com
    kunjugi juga ya trimakasih

  40. Henny Brunner // 3 April 2014 21.59  

    Apa orang2 sukses seperti bu Otty ini mau berbagi ilmu ya?

  41. hjarmayana // 5 April 2014 11.36  

    Slmt siang bu otty saya hj armayana bisa ngga dijahitkan tas mukena yg bagus. Kalau bisa tolong alamat yaaa bu

  42. Adinda Sheila // 18 April 2014 23.43  

    Wahh inspiratif sekali pengalamannya Ibu Otty.
    Andai bisa bertemu langsung dan bisa belajar dari beliau, kebetulan kami juga membuka usaha tas & Sepatu kulit asli.
    Bisa ditengok di www.asrstuff.com

Poskan Komentar