SEKAPUR SIRIH
Bekerja dari pagi sampai petang di kantor? Itu sudah kuno, karena sekarang banyak orang yang mengerjakan bisnis cukup dari rumah tanpa harus repot-repot menembus kemacetan lalu lintas ke kantor. Cukup dengan seperangkat komputer, secangkir kopi dan segudang keahlian, Anda bisa menjadi juragan tanpa kantor.
: : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : : BISNIS RUMAHAN : :

(Tulisan ini pernah saya tulis di majalah DUIT! edisi 11/November 2008)

BOOK ADVISOR PELANGI MIZAN
Pelangi Mizan Publisher, penerbit buku dari Bandung menawarkan peluang menjadi distributor bukunya (book advisor). Penghasilannya bisa jutaan rupiah per bulan

Buku adalah gudang ilmu, membaca adalah kuncinya. Buku adalah jendela dunia. Pepatah ini tentu tak asing di telinga kita. Lewat buku kita bisa mengetahui sisi lain dari dunia di luar kita. Membuat kita bisa mengetahui apa yang sebelumnya tidak kita ketahui.
Sayangnya minat baca orang Indonesia terbilang rendah dibanding orang-orang Asia lainnya. Data UNDP beberapa tahun yang lalu menunjukan skor minat baca orang Indonesia ternyata masih dibawah Thailand bahkan Filipina. Salah satu faktor bisa jadi karena harga buku di Indonesia yang relatif mahal.

Rendahnya minat baca tadi dan mahalnya harga buku nampaknya menjadi dua hal yang dipakai penerbit Pelangi Mizan Publisher untuk memasarkan buku terbitannya. Sebagai bagian dari anak bangsa, penerbit dari Bandung ini ingin masyarakat Indonesia gemar membaca. Namun, dengan buku yang berharga premium, dari Rp1 juta sampai Rp3 jutaan, bagaimana anak usaha grup Mizan ini bisa menjual buku-bukunya?

“Buku kami memang berharga premium. Kalau buku seharga ini disimpan di toko buku nggak akan ada orang beli. Belum apa-apa mereka takut, karena begitu banyak buku yang jauh lebih murah ditawarkan di toko buku. Dan jarang orang bawa uang segitu ke toko buku. Kalaupun bawa (uang), mereka secara mental tidak siap mengeluarkan uang untuk beli buku semahal itu,” jawab Irfan Amalee, CEO Pelangi Mizan kepada DUIT!



Soal alasan mengapa harga bukunya terbilang mahal, Irfan berkilah karena bukunya mengandun konsep yang “Harus Dijelaskan”. “Buku kami bukan buku bacaan biasa, yang dibaca, dimengerti setelah itu disimpan, selesai. Tapi merupakan buku referensial yang orang harus mengerti konsepnya, benefitnya, lalu mereka bisa gunakan sebagai referensi yang timeless. tidak sekali baca selesai. agar calon pembeli faham,” kata pria lulusan IAIN ini.
Maka, sambungnya, harus ada proses penjelasan dari para distributor Mizan atau yang disebut book advisor. Setelah si calon konsumen faham, maka dia akan menjadi yakin mengapa dia harus membeli buku itu dengan harga premium.

Dengan visi membuat buku untuk long life learning program, Pelangi menjual buku dalam satu unit yang terdiri dari rangkaian berseri berjumlah 12-24 buku, dilengkapi dengan CD dan sejumlah permainan. Isi bukunya didasarkan kebutuhan orangtua dan anak untuk menciptakan keluarga damai dan bahagia, seperti Ensiklopedi Bocah Muslim, I Love My Quran, Nabiku Idolaku, Halo Balita dan Cerita Binatang. Sekarang baru tersedia 8 judul. Satu judul ada yang terdiri dari 15 jilid, ada juga yang 26 jilid. Target market buku aini adalah keluarga muslim muda yang sekarang segmen itu sedang tumbuh menjadi kelas terpelajar, secara konomi mulai mapan, uang punya, pengetahuan ada.

Penghasilan BA Jutaan
Untuk memasarkan buku terbitannya, Pelangi memakai tenaga pemasar yang disebut book advisor (BA) Saat ini tercatat 500 BA Pelangi yang tersebar di berbagai tempat, mulai dari Surabaya, Malang, Jogja, Solo, Bandung, Jakarta, Lampung, Palembang, Medan hingga Makasar.
Menurut Irfan, 90% distributornya adalah para ibu rumah tangga. Mereka dilatih soal produck knowledge, fitur dan benefit buku. “Dan lebih penting dari itu, marketing kami sebelum menawarkan buku , mereka harus membuka wawasan calon pembeli tentang pentingnya pendidikan keluarga, pentingnya menumbuhkan minat baca sejak dini. Jadi mereka seperti konsultan buku atau pendidikan, karena itu kami menyebut mereka buka book seller atau book advisor,” jelas peraih The International Young Creative Entrepreneur (IYCE) Award 2008 dari British Council ini.

Pola pemasarannya memakai direct selling. Kebanyakan mereka langsung presentasi di depan prospek, atau melalui seminar, atau miniseminar. Ada juga yang menggunakan internet sebagai alat penawaran, yang.intinya bisa menjelaskan tentang fitur dan benefit produk tersebut.
Berapa keuntungan atau komisi yang didapat? Pelangi mematok komisi 10% dari setiap menjual satu set buku. Pendapatan dari tiap BA bervariasi. Sebagai ilustrasi, jika mereka dapat menjual satu set buku, komisi mereka sekitar Rp300 ribu, kalau mereka menjual 10 set dalam sebulan penghasilan mereka Rp3 juta. Bahkan ada yang pernah mendapat Rp14juta dalam satu bulan. “Ada yang melalui internet, bisa meraih penghasilan Rp6 juta per bulan, hanya dengan duduk di depan komputer,” terang Irfan.

Informasi tambahan, Pelangi Mizan saat ini masuk ke penerbitan buku-buku pengayaan pendidikan yang sifatnya direct seling tapi bukunya murah. “Tapi kami mengandalkan dari kuantitas penjualannya. misalnya buku pendidikan perdamaian yang hingga kini sudah digunakan oleh lebih dari 15.000 siswa di Aceh, Jawa Barat, Kalimantan dan Sulawesi. Buku peace generation ini sudah dipresentasikan di Budapest Hungaria, dan akan digunakan juga di beberapa negara muslim seperti Pakistasn, Bosnia, Palestina, Moro Filipina,” tandas Irfan IYC 2008 karena dianggap berhasil mengemas sesuatu yang berat, yaitu pendidikan perdamaian. $ AGUSTAMAN

2 komentar

  1. orang pinter // 14 Maret 2009 08.13  

    bleh juga neh mas...

  2. Agung // 23 Februari 2010 05.59  

    emmm....kalau aku buat buku kriteriannya apa saja agar bisa diterbitkan lewat BOOK ADVISOR PELANGI MIZAN??dan alamat pengirimannya ..trims..AGUNG/UNESA/SURABAYA

Posting Komentar